Berani Test PAPs dan Acept UGM ! bagian 1

Dikala sore itu menjelang maghrib saya baru datang dari desa tetangga, kemudian hujan rintik menjadi deras. seketika teringat hadist nabi yang mengatakan (Shohihul jaami’no 1026)

 “Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.

ya Allah, inilah salah satu waktu mustajab yang kau janjikan kepada kami untuk berdoa. “ya Allah kan engkau tau kemaren saya mencoba test masuk pascasarjana perguruan tinggi, maka yaAllah berikan saya hasil yang terbaik menurut engkau. Namun kalo boleh memaksa ya Allah tolong mudahkanlah jalan saya mendapatkan beasiswa untuk memasuki sekolah pascasarjana UGM untuk kemudian berdakwah dengan menjadi seorang dosen :)”.

sebelumnya ini dia foto kartu pendaftaran saya :)

2013-06-19 15.48.14

Persiapan berangkat ke jogja dari semarang

Hari sebelumnya saya menyadari hari itu adalah hari terakhir dikosan kota Semarang. Memang kontrak kerja satu tahun dengan perusahaan kipas merah sudah diakhiri. Kamar kosan yang sebelumnya dipenuhi barang sekarang sudah lengang. Hanya ada dua luggage yaitu koper dan tas traveling. Oh ya, satu lagi tas kerja yang sekrang isinya dipenuhi dengan buku toefl dan TPA (Tes Potensi Akademik) dari karangan ……… sudah sejak sekitar sebulan yang lalu saya berkutat dengan buku TPA. Ternyata buku TPA yang saya beli itu isinya lumayan. Hampir semua soal yang diujikan ada di bukunya. Khususnya bagian sinonim dan antonim sama persis plek. Jadi nyesel deh gak dibaca sampe hafal J.  Saya berangkat ke semarang naik daytrans dari ahmad yani. Alat transportasi yang satu ini lumayan loh, perjalanan Semarang-yogyakarta hanya sekitar 3 jam udah plus break di pom bensin. Trek jalan nya ga tau rute apa, yang pasti dia ngambil jalan-jalan kecil disekitar rumah penduduk dan sawah. Jadi pemandangan sepanjang perjalanan nya juga wooooww pesawahan.

Setelah itu turun di terminal Jombor tapi bukan di terminalnya ding, karena tujuan saya ke kosan teman di jalan gejayan, gang bayu, deket shelter pascasarjana UNY. lagian ternyata travelnya ga masuk stasiun nya, jadi saya turun di shelter Jombor. Kemudian naik trans yogya sampai ke Gejaya dan diakhiri dengan becak, sampe deh J. Trans Yogya ini sangat membantu, apalagi buat teman-teman yang newbie dengan Yogya namun pengen jalan-jalan dan irit. Trans yogya ini sudah lama berkembang jadi kemanapun pake trans Yogya saja. *sorry kalo so tau J.

Belajar acept dan PAPs

Saya belajar donk untuk test ini hehe. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya saya belajar dari buku … karangan.. . dari dua minggu sampai sebulan sebelum hari H. Karena selentingan berita yang saya dapat, test TPA dan PAPs lebih sulit tes PAPs. Selain itu teman sekantornya teman saya, ikutan juga daftar BU ini namun ia daftar ke pascasarjana UNDIP,  kebetulan ia udah test TPA duluan dan soal TPA nya diliatin ke teman saya yang sekantor itu, mba Norma namanya. Mba nya kemudian cerita ke saya kalo soal TPA nya cukup sulit L. Namun saya nemu kutipan unik setelah hasil baca di blog-blog teman seperjuangan yang sebelumnya mengungkapkan rasa desperate setelah mengikuti tes PAPs “Namun jika kita berusaha belajar dengan berlatih mengerjakan soal-soal di buku TPA dan sejenisnya, maka test PAPs ini Insya Allah bisa dikerjain ko dan skornya bisa dapet 500 mah”. Dan karena itu sebelum tes saya sudah tawakal pada tes ini dan hasilnya, prinsip saya hanya akan belajar saja.

Untuk tes Acept, ini test yang kedua kalinya. Skor tes yang pertama sudah memenuhi, sehingga saya tidak banyak belajar lagi.  Namun pada test masuk ini tetap saja harus tes keduanya lagi (informasi panitia jurusan dari telfon). Eh tapi dalam pelaksanaannya calon siswa yang sudah mempunyai skor salah satu atau keduanya diperbolehkan tidak mengikuti test. Namun harus lapor dulu ke bagian pusat pelatihan bahasa yang di bagian tertentu (lupa namanya J). Ngasih tau kalo kita ga akan ikutan lagi test Acept dan atau PAPs, sehingga skornya menggunakan skor sebelumnya (cara ini yang direkomendasikan oleh panitia penyelenggara). Adapun temen-teman yang mau ikutan lagi test Acept atau keduanya, tidak masalah. Panitia akan mengambil tes dengan skor yang paling besar dari skor tes sebelumnya.

Hem, hari H pun tiba. Kita tes di hari minggu pukul 8.00 . Dari pagi hari ketika sang muadzin masih menyenandungkan puji-pujian belum melantunkan adzan karena memang belum ada komando yang datang dari alam semesta atau jam dinding, saya sudah duduk dengan buku TPA di pangkuannya. Mengulas pelajaran matematika tentang satuan berat (mg) dengan satuan volume (liter), kilogram dengan ons  atau hanya membaca mengulang sinonim, antonim kata. Pukul enam pas, saya sudah siap  makan pagi kemudian berangkat. Ga nyesel deh makan pagi dulu, tes PAPs ini membutuhkan banyak tenaga men. Tapi jangan yang pedes, ntar bisa gaswat.

Sampe sana saya dianterin temen, anisa, filsafat UGM, ke tkp, tapi karena ternyata ketutup sama pasar minggu di kampus UGM, jadi dianterinnya gak sampe tkp tapi sampe sebelum pasar minggu saja. Hiks, jadinya saya jalan sendiri deh. Ternyata tkp nya masih jauuh, eh tapi ternyata ada temen yang senasib juga. Jadi jalan nya ga sendirian, sambil ngobrol, becanda, ga kerasa udah sampe.

Disana nama setiap siswa dan ruangan tes ditempel di mading di lantai satu. Saya kebagian di ruang 315. Angka 3 (angka pertama) menunjukan di lantai 3. Setelah saya memasuki kelas ternyata di satu ruangan itu ada ratusan peserta yang sudah duduk manis, ada tips menarik nih dari saya biar ga bingung  tanya pengawas yaitu lihat nomer kursi di kartu test (bukan nomer pendaftaran loh) biar langsung nemu tempatnya.

ups, udah kepanjangan nih ceritanya. yang mau lanjut pindah ke bagian dua yuk :). disana dibahas tipe-tipe soal Acept dan PAPs, contoh soal nya, dan link untuk Acept dan PAPs.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s